Nabi Muhammad SAW adalah anggota Bani Hasyim, sebuah kabilah yang paling mulia dalam suku Quraisy yang mendominasi masyarakat Arab. Ayahnya bernama Abdullah Muttalib, seorang kepala suku Quraisy yang besar pengaruhnya. Ibunya bernama Aminah binti Wahab dari Bani Zuhrah. Baik dari garis ayah maupun garis ibu, silsilah Nabi Muhammad SAW sampai kepada Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Berasal dari keluarga sederhana, Nabi besar Muhammad SAW menegakkan dan menyebarkan salah satu dari agama terbesar di dunia, Agama Islam. Dan pada saat yang bersamaan tampil sebagai seorang pemimpin tangguh, tulen, dan efektif. Kini tiga belas abad sesudah wafatnya, pengaruhnya masih tetap kuat dan mendalam serta berakar.
Nabi Muhammad lahir pada tanggal 12 zulhijah di tahun gajah, di kota Mekkah, di bagian agak selatan Jazirah Arabia, suatu tempat yang waktu itu merupakan daerah yang paling terbelakang di dunia, jauh dari pusat perdagangan, seni maupun ilmu pengetahuan. Beliau menjadi yatim - piatu di umur enam tahun dan dibesarkan dalam situasi sekitar yang sederhana dan rendah hati. Sumber-sumber Islam menyebutkan bahwa Nabi Muhamnmad seorang buta huruf. Keadaan ekonominya baru mulai membaik di umur dua puluh lima tahun dan kala itu juga dia kawin dengan seorang Siti Khodizah. Bagaimanapun, sampai mendekati umur empat puluh tahun nyaris tak tampak petunjuk keluarbiasaannya sebagai manusia.
Umumnya, bangsa Arab saat itu tak memeluk agama tertentu kecuali penyembah berhala Di kota Mekkah ada sejumlah kecil pemeluk-pemeluk Agama Yahudi dan Nasrani, dan besar kemungkinan dari merekalah Nabi Muhammad untuk pertama kali mendengar perihal adanya satu Tuhan Yang Mahakuasa, yang mengatur seantero alam. Tatkala dia berusia empatpuluh tahun, Muhammad yakin bahwa Tuhan Yang Maha Esa ini menyampaikan sesuatu kepadanya dan memilihnya untuk jadi penyebar kepercayaan yang benar.
Selama tiga tahun Beliau hanya menyebar agama terbatas pada kawan-kawan dekat dan kerabatnya. Baru setelah beberapa tahun kemudian dia mulai tampil di depan publik. Begitu dia sedikit demi sedikit punya pengikut, penguasa Mekkah memandangnya sebagai orang berbahaya, pembikin onar, dan cemas terhadap keselamatannya, Muhammad hijrah ke Madinah, kota di utara Mekkah berjarak 200 mil. Di kota itu dia ditawari posisi kekuasaan politik yang cukup meyakinkan.
Peristiwa hijrah ini merupakan titik balik penting bagi kehidupan Nabi. Di Mekkah dia susah memperoleh sejumlah kecil pengikut, dan di Medinah pengikutnya makin bertambah sehingga dalam tempo cepat dia dapat memperoleh pengaruh yang menjadikannya seorang pemegang kekuasaan yang sesungguhnya. Pada tahun-tahun berikutnya sementara pengikut Muhammad bertumbuhan bagai jamur, serentetan pertempuran pecah antara Mektah dan Madinah. Peperangan ini berakhir dengan kemenangan pada pihak Muhammad, kembali ke Mekkah selaku penakluk. Sisa dua setengah tahun dari hidupnya dia menyaksikan kemajuan luar-biasa dalam hal cepatnya suku-suku Arab memeluk Agama Islam. Dan ketika Beliau wafat, dia sudah dipastikan selaku penguasa efektif seantero Jazirah Arabia bagian selatan.
Suku Bedewi punya tradisi turun-temurun sebagai prajurit-prajurit yang tangguh dan berani. Tapi, jumlah mereka tidaklah banyak dan senantiasa tergoda perpecahan dan saling melabrak satu sama lain. Itu sebabnya mereka tidak bisa mengungguli tentara dari kerajaan-kerajaan yang mapan di daerah pertanian di belahan utara. Tapi, Muhammadlah orang pertama dalam sejarah, berkat dorongan kuat kepercayaan kepada keesaan Tuhan, pasukan Arab yang kecil itu sanggup melakukan serentetan penaklukan yang mencengangkan dalam sejarah manusia. Di sebelah timurlaut Arab berdiri Kekaisaran Persia Baru Sassanids yang luas. Di baratlaut Arabia berdiri Byzantine atau Kekaisaran Romawi Timur dengan Konstantinopel sebagai pusatnya.
Ditilik dari sudut jumlah dan ukuran, jelas Arab tidak bakal mampu menghadapinya. Namun, di medan pertempuran, pasukan Arab yang membara semangatnya dengan sapuan kilat dapat menaklukkan Mesopotamia, Siria, dan Palestina. Mesir direbut dari genggaman Kekaisaran Byzantine, dan sementara itu balatentara Persia dihajar dalam pertempuran yang amat menentukan di Qadisiya dan di Nehavend.
Tapi, penaklukan besar-besaran di bawah pimpinan sahabat Nabi dan penggantinya Abu Bakr dan Umar ibn al Khattab itu tidak menunjukkan tanda-tanda stop sampai di situ. Pasukan Arab semakin menyapu habis Afrika Utara hingga ke tepi Samudera Atlantik. Dari situ mereka membelok ke utara dan menyeberangi Selat Gibraltar dan melabrak kerajaan Visigothic di Spanyol.
Sepintas lalu orang mesti mengira pasukan Muslim akan membabat habis semua Nasrani Eropa. Tapi pada tahun 732, dalam pertempuran yang masyhur dan dahsyat di Tours, satu pasukan Muslimin yang telah maju ke pusat negeri Perancis pada akhirnya dipukul oleh orang-orang Frank. Biarpun begitu, hanya dalam tempo secuwil abad pertempuran, orang-orang Bedewi ini dijiwai dengan ucapan-ucapan Nabi Muhammad dan janji Tuhan telah mendirikan sebuah empirium membentang dari perbatasan India hingga pasir putih tepi pantai Samudera Atlantik, sebuah empirium terbesar yang pernah dikenal sejarah manusia. Dan di mana pun penaklukan dilakukan oleh pasukan Muslim, selalu disusul dengan berbondong-bondongnya pemeluk masuk Agama Islam.
Ternyata, tidak semua penaklukan wilayah itu bersifat permanen. Orang-orang Persia, walaupun masih tetap penganut setia Agama Islam, merebut kembali kemerdekaannya dari tangan Arab. Dan di Spanyol, sesudah melalui peperangan tujuh abad lamanya akhirnya berhasil dikuasai kembali oleh orang-orang Nasrani. Sementara itu, Mesopotamia dan Mesir dua tempat kelahiran kebudayaan purba, tetap berada di tangan Arab seperti halnya seantero pantai utara Afrika. Agama Islam, tentu saja, menyebar terus dari satu abad ke abad lain, jauh melangkah dari daerah taklukan. Umumnya jutaan penganut Islam bertebaran di Afrika, Asia Tengah, lebih-lebih Pakistan dan India sebelah utara serta Indonesia. Di Indonesia, Agama Islam yang baru itu merupakan faktor pemersatu. Di anak benua India, nyaris kebalikannya: adanya agama baru itu menjadi sebab utama terjadinya perpecahan.
Nabi Muhammad bukan saja bertanggung jawab terhadap teologi Islam tapi sekaligus juga terhadap pokok-pokok etika dan moralnya. Tambahan pula dia "pencatat" Kitab Suci Al-Quran, kumpulan wahyu kepada Muhammad yang berasal langsung dari Allah. Sebagian terbesar dari wahyu ini disalin dengan penuh kesungguhan selama Beliau masih hidup dan kemudian dihimpun dalam bentuk yang tak tergoyangkan tak lama sesudah dia wafat. Al-Quran dengan demikian berkaitan erat dengan pandangan-pandangan Nabi Muhammad serta ajaran-ajarannya karena dia bersandar pada wahyu Tuhan. Karena Al-Quran bagi kaum Muslimin sama pentingnya dengan Injil bagi kaum Nasrani, pengaruh Nabi Muhammad dengan perantaraan Al-Quran teramatlah besarnya. Kemungkinan pengaruh Muhammad dalam Islam lebih besar dari pengaruh Isa dan St. Paul dalam dunia Kristen digabung jadi satu.
Lebih jauh dari itu (berbeda dengan Isa) Muhammad bukan semata pemimpin agama tapi juga pemimpin duniawi. Fakta menunjukkan, selaku kekuatan pendorong terhadap gerak penaklukan yang dilakukan bangsa Arab, pengaruh kepemimpinan politiknya berada dalam posisi terdepan sepanjang waktu.
Dari pelbagai peristiwa sejarah, orang bisa saja berkata hal itu bisa terjadi tanpa kepemimpinan khusus dari seseorang yang mengepalai mereka. Misalnya, koloni-koloni di Amerika Selatan mungkin saja bisa membebaskan diri dari kolonialisme Spanyol walau Simon Bolivar tak pernah ada di dunia. Tapi, misal ini tidak berlaku pada gerak penaklukan yang dilakukan bangsa Arab. Tak ada kejadian serupa sebelum Muhammad dan tak ada alasan untuk menyangkal bahwa penaklukan bisa terjadi dan berhasil tanpa Muhammad. Satu-satunya kemiripan dalam hal penaklukan dalam sejarah manusia di abad ke-13 yang sebagian terpokok berkat pengaruh Jengis Khan. Penaklukan ini, walau lebih luas jangkauannya ketimbang apa yang dilakukan bangsa Arab, tidaklah bisa membuktikan kemapanan, dan kini satu-satunya daerah yang diduduki oleh bangsa Mongol hanyalah wilayah yang sama dengan sebelum masa Jengis Khan
Ini jelas menunjukkan beda besar dengan penaklukan yang dilakukan oleh bangsa Arab. Membentang dari Irak hingga Maroko, terbentang rantai bangsa Arab yang bersatu, bukan semata berkat anutan Agama Islam tapi juga dari jurusan bahasa Arabnya, sejarah dan kebudayaan. Posisi sentral Al-Quran di kalangan kaum Muslimin dan tertulisnya dalam bahasa Arab, besar kemungkinan merupakan sebab mengapa bahasa Arab tidak terpecah-pecah ke dalam dialek-dialek yang berantarakan. Jika tidak, boleh jadi sudah akan terjadi di abad ke l3. Perbedaan dan pembagian Arab ke dalam beberapa negara tentu terjadi -tentu saja- dan nyatanya memang begitu, tapi perpecahan yang bersifat sebagian-sebagian itu jangan lantas membuat kita alpa bahwa persatuan mereka masih berwujud. Tapi, baik Iran maupun Indonesia yang kedua-duanya negeri berpenduduk Muslimin dan keduanya penghasil minyak, tidak ikut bergabung dalam sikap embargo minyak pada musim dingin tahun 1973 - 1974. Sebaliknya bukanlah barang kebetulan jika semua negara Arab, semata-mata negara Arab, yang mengambil langkah embargo minyak.
Jadi, dapatlah kita saksikan, penaklukan yang dilakukan bangsa Arab di abad ke-7 terus memainkan peranan penting dalam sejarah ummat manusia hingga saat ini.
islam.elvini.net/rasul.cgi?nabi
Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah
Michael H. Hart, 1978
Terjemahan H. Mahbub Djunaidi, 1982
Kamis, 31 Desember 2009
Cyrus yang agung ± 590 SM-529 SM
Cyrus II (580-529 SM), Raja Persia pertama dari dinasti Achaemenid, Pendiri Kerajaan Persia dengan mempersatukan dua suku bangsa besar Iranian: Media dan Persia dan menjadikan kedua suku tersebut sebagai pejabat dan bangsawan di kerajaan yang dia pimpin.
Setelah mempersatukan bangsa Media dan Persia dan menjadi raja sekitar tahun 558 SM, ekspedisi militernya diawali dengan kampanye menuju arah barat sampai ke kerajaan Lidya, kisah kemurahan hatinya dengan mengampuni Raja Lidya Croesus yang ditaklukan sekitar tahun 546 SM diceritakan oleh sejarahwan Yunani Herodotus dan Xenophon, setelah dia berhasil menaklukan seluruh wilayah Asia Minor, Hyrchania dan Parthia. Ekspedisinya dilanjutkan ke arah timur dan dia berhasil memperluas kerajaannya sampai keperbatasan India. Setelah menyebrang sungai Oxus dia membangun benteng pertahanan untuk melindungi kerajaannya dari serangan bangsa nomad dari wilayah Asia Tengah. Keberhasilannya tersebut memberikan keyakinan baginya untuk menaklukan Babylonia dan Mesir.
Penaklukan Babylonia sekitar tahun 539 SM menjadikan Cyrus sebagai pemimpin yang agung, dia dikenang bukan sebagai penakluk melainkan sebagai pembebas dan suksesor yang legitimate untuk menyandang gelar Raja Babylonia, dia membebaskan 40,000 tawanan bangsa Yahudi dan mengijinkannya untuk kembali ke Palestina, selain itu dia juga menghapuskan perbudakan yang merupakan kebijakan raja yang sangat humanis dan revolusioner yang belum pernah terjadi sebelumnya, saat itu pula dia mendeklarasikan hak-hak warga negaranya yang diabadikan dalam sebuah silinder yang kemudian deklarasi tersebut diakui oleh PBB sebagai deklarasikan hak-hak asasi manusia yang pertama di dunia.
Cyrus adalah satu dari sedikit manusia yang pantas mendapat gelar Yang Agung (The Great), dia berhasil menjadikan Persia sebagai Imperium terluas dan terkuat yang pernah ada di muka bumi, dia merupakan raja yang sangat berbeda dari raja-raja besar lain baik yang berkuasa sebelum maupun sesudah zamannya.
Orang-orang Persia menyebutnya sebagai “bapak bangsa”
Bangsa-bangsa yang ditaklukannya menyebutnya sebagai “law-giver”
Sejarahwan Yunani (Xenophon) menyebutnya sebagai “model raja dan pemimpin ideal”
Bible menyebutnya sebagai “liberator bangsa Yahudi”
Orang-orang Yahudi menyebutnya sebagai “raja pilihan Tuhan”.
Cyrus merupakan Raja pertama yang memperkenalkan sistem administrasi, legislasi dan aktifitas budaya kerajaan modern dengan sistem provinsi, dia juga dikenal sebagai orang pertama yang memperkenalkan postal system.
Cyrus wafat pada saat memimpin ekspedisi militer melawan suku Massagetae sebelum dia merealisasikan cita-citanya untuk memasukan Mesir kedalam Imperium Persia. Mesir akhirnya menjadi provinsi (satrapy) dari Imperium Persia setelah ditaklukan oleh puteranya Cambyses II sekitar tahun 525 SM, Imperium Persia bertambah luas setelah Darius The Great (522-486 SM) menambahkan Punjab dan Thrace kedalamnya, kejayaan Imperium Persia terus bertahan selama hampir dua abad sampai akhirnya ditaklukan oleh Alexander The Great pada tahun 331 SM.
Setelah mempersatukan bangsa Media dan Persia dan menjadi raja sekitar tahun 558 SM, ekspedisi militernya diawali dengan kampanye menuju arah barat sampai ke kerajaan Lidya, kisah kemurahan hatinya dengan mengampuni Raja Lidya Croesus yang ditaklukan sekitar tahun 546 SM diceritakan oleh sejarahwan Yunani Herodotus dan Xenophon, setelah dia berhasil menaklukan seluruh wilayah Asia Minor, Hyrchania dan Parthia. Ekspedisinya dilanjutkan ke arah timur dan dia berhasil memperluas kerajaannya sampai keperbatasan India. Setelah menyebrang sungai Oxus dia membangun benteng pertahanan untuk melindungi kerajaannya dari serangan bangsa nomad dari wilayah Asia Tengah. Keberhasilannya tersebut memberikan keyakinan baginya untuk menaklukan Babylonia dan Mesir.
Penaklukan Babylonia sekitar tahun 539 SM menjadikan Cyrus sebagai pemimpin yang agung, dia dikenang bukan sebagai penakluk melainkan sebagai pembebas dan suksesor yang legitimate untuk menyandang gelar Raja Babylonia, dia membebaskan 40,000 tawanan bangsa Yahudi dan mengijinkannya untuk kembali ke Palestina, selain itu dia juga menghapuskan perbudakan yang merupakan kebijakan raja yang sangat humanis dan revolusioner yang belum pernah terjadi sebelumnya, saat itu pula dia mendeklarasikan hak-hak warga negaranya yang diabadikan dalam sebuah silinder yang kemudian deklarasi tersebut diakui oleh PBB sebagai deklarasikan hak-hak asasi manusia yang pertama di dunia.
Cyrus adalah satu dari sedikit manusia yang pantas mendapat gelar Yang Agung (The Great), dia berhasil menjadikan Persia sebagai Imperium terluas dan terkuat yang pernah ada di muka bumi, dia merupakan raja yang sangat berbeda dari raja-raja besar lain baik yang berkuasa sebelum maupun sesudah zamannya.
Orang-orang Persia menyebutnya sebagai “bapak bangsa”
Bangsa-bangsa yang ditaklukannya menyebutnya sebagai “law-giver”
Sejarahwan Yunani (Xenophon) menyebutnya sebagai “model raja dan pemimpin ideal”
Bible menyebutnya sebagai “liberator bangsa Yahudi”
Orang-orang Yahudi menyebutnya sebagai “raja pilihan Tuhan”.
Cyrus merupakan Raja pertama yang memperkenalkan sistem administrasi, legislasi dan aktifitas budaya kerajaan modern dengan sistem provinsi, dia juga dikenal sebagai orang pertama yang memperkenalkan postal system.
Cyrus wafat pada saat memimpin ekspedisi militer melawan suku Massagetae sebelum dia merealisasikan cita-citanya untuk memasukan Mesir kedalam Imperium Persia. Mesir akhirnya menjadi provinsi (satrapy) dari Imperium Persia setelah ditaklukan oleh puteranya Cambyses II sekitar tahun 525 SM, Imperium Persia bertambah luas setelah Darius The Great (522-486 SM) menambahkan Punjab dan Thrace kedalamnya, kejayaan Imperium Persia terus bertahan selama hampir dua abad sampai akhirnya ditaklukan oleh Alexander The Great pada tahun 331 SM.
Selasa, 29 Desember 2009
Belenggu kematian
Harapan yang buat ku terbangun lagi
angan akan indahnya hidup jadikan ku keluar dari mimpi buruk
jerit tangis rintihan hari-hari ku
berganti tawa riang bahagia tercermin indah
lepas dari belenggu kematian narkoba yang menyimpul nadi-nadi ku
Tuhan . . . bebaskanlah ku selamanya dari semua itu.
angan akan indahnya hidup jadikan ku keluar dari mimpi buruk
jerit tangis rintihan hari-hari ku
berganti tawa riang bahagia tercermin indah
lepas dari belenggu kematian narkoba yang menyimpul nadi-nadi ku
Tuhan . . . bebaskanlah ku selamanya dari semua itu.
Uang
ketika nadi tak berdenyut hela nafas terhenti
cinta dan semua keindahan pun musnah
barulah sadar jika RUPIAH (Rp) itu takkan dapat menggantikan apapun.
cinta dan semua keindahan pun musnah
barulah sadar jika RUPIAH (Rp) itu takkan dapat menggantikan apapun.
Sang Penguasa
Saat datang sebuah masalah kau hanya diam termanggu menyaksikan kebingungan kami
bukannya jadi pemberi solusi yang baik kau malah membuat persepsi masalah yang baru
dan bukannya sebagai penengah yang baik kau sekarang menjadi pribadi yang subyektif dimata kami
kami tahu kau hanya manusia tapi kau pun harus lebih tahu bahwa kami membutuhkanmu sebagai penguasa adil dan bijaksana
jangan kau buat kami tersakiti lagi dan jangan membuat kami merasa bersalah karena memilihmu dulu.
bukannya jadi pemberi solusi yang baik kau malah membuat persepsi masalah yang baru
dan bukannya sebagai penengah yang baik kau sekarang menjadi pribadi yang subyektif dimata kami
kami tahu kau hanya manusia tapi kau pun harus lebih tahu bahwa kami membutuhkanmu sebagai penguasa adil dan bijaksana
jangan kau buat kami tersakiti lagi dan jangan membuat kami merasa bersalah karena memilihmu dulu.
Langganan:
Postingan (Atom)
Sedikit tentangku
- Syahreza Fahlife
- Seorang hamba Tuhan yang mencoba untuk terus dan tetap bertahan dengan arogansi pemikiran sebuah cita - cita. Lahir di desa sekaligus kecamatan yang bernama Haruyan di kabupaten Hulu Sungai Tengah Kalimantan Selatan, Indonesia.
